http://ressay.files.wordpress.com/2008/06/garuda-pancasila.jpg

Pancasila dalam pengertianya sering disebut juga dengan istilah : way of life, Weltanschaung, Wereldbeschouwing, pandangan hidup, pegangan/pedoman hidup. Dalam hal ini Pancasila dipergunakan sebagai pegangan atau petunjuk dalam kehidupan sehari-hari setiap warga Indonesia. Pancasila juga dipergunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan dalam kehidupan. Dalam kehidupan suatu bangsa adanya pandangan hidup sangat diperlukan. Secara materil Pancasila sebagai pandangan hidup berisi konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia. Didalamnya mengandung konsep dasar mengenai pikiran-pikiran yang terdalam serta gagasan yang mendasar mengenai kehidupan yang dianggap baik, sesuai dengan nilai-nilai yang dimiliki. Nilai-nilai yang dimaksud telah dimurnikan dan dipadatkan dalam lima dasar/lima sila. Pandangan hidup pancasila merupakan kristalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki ndan bersumber dari kehidupan bangsa Indonesia sendiri. Nilai-nilai tersebut antara lain adalah:
1. Nilai Ketuhanan (Keagamaan)
Sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” yang mengandung nilai keagamaan. Nilai ketuhanan yang paling utama dalam menjalankan tatanan pancasila. Setiap warga negara indonesia dianjurkan dan diwajibkan untuk menganut salah satu agama yang telah ada dan diakui di negara indonesia. Nilai ketuhanan sangat berpengaruh dalam menjalankan pancasila karena menjadi prioritas utama untuk menentukan sikap sebagai pandangan hidup maupun dasar negara.
2. Nilai Kemanusiaan
“Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” dapat di artikan sebagai wujud rasa saling menghormati diantara sesama tanpa membedakan Suku, Ras, Budaya bahkan Agama. Hal ini jelas terdapat dalam nilai kemanusiaan yang menjadi dasar pemikiran dalam pancasila. Kecintaan terhadap sesama diajarkan dalam pancasila dengan banyaknya kebudayaan yang ada diseluruh indonesia yang dapat tetap terjaga keharmonisan dalam kehidupan dimasyarakat.
3. Nilai Persatuan
Rasa persatuan yang dimiliki bangsa indonesia yang disebutkan di sila ketiga yang berbunyi “Persatuan Indonesia” menjadi kekuatan yang seharusnya dapat di letakan sebagai landasan pemersatu bangsa. Rasa persatuan terkadang dapat diwujudkan dalam rasa nasionalisme terhadap negara. Nilai persatuan dimasyarakat diharapkan tidak pernah pudar karena menjadi nilai yang sangat kuat dalam kebersamaan. Nilai persatuan juga dapat diwujudkan dalam wujud bela negara.
4. Nilai Kerakyatan
Sila keempat yang berbunyi “ Kerakyatan yang dipimpin oleh Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan” menggambarkan adanya sikap toleransi terhadap sesama, penyelesaian masalah dengan cara musyawarah untuk memutuskan suatu permasalahan. Hal ini sangat dibutuhkan pada masyarakat Indonesia yang harus diwujudkan untuk menciptakan nilai dan norma pancasila. Nilai kerakyatan memberikan suatu pembelajaran bahwa rakyat memegang penuh atas kekuasaan indonesia. Nilai kerakyatan pada pancasila mengandung pengertian dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Hal ini berkaitan dengan pancasila sebagai pandangan hidup yang harus menjadi pedoman bagi rakyat yang ada diseluruh indonesia.
5. Nilai Keadilan
“Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” menjadikan suatu hal yang harus tetap dijunjung tinggi dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Nilai keadilan merupakan salah satu kekuatan bangsa. Rasa keadilan telah menjadi salah satu pandangan hidup masyarakat Indonesia yang terdapat dalam salah satu nilai pancasila. Terciptanya rasa keadilan dapat menjadikan hilangnya kesenjangan sosial di dalam masyarakat. Kesenjangan sosial ini terkadang membuat masyarakat menjadi tidak memiliki rasa nasionalisme yang berujung pada keterpurukan suatu negara. Jadi untuk menghidari hal tersebut diperlukanya nilai keadilan yang harus diterapkan di masyarakat.
Sebagai dasar negara pancasila merupakan suatu asas kerohanian yang meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum, sehingga merupakan suatu sumber nilai, norma serta kaidah baik moral maupun hukum Negara dan menguasai hukum dasar baik tertulis maupun Undang-undang Dasar, maupun yang tertulis atau konvensi. Dalam kedudukanya sebagai dasar Negara, pancasila mempunyai kekuatan mengikat secara hukum. Sebagai sumber dari segala hokum atau sebagai sumber tertib hukum Indonesia maka pancasila tercantum dalam ketentuan tertinggi yaitu pembukaan UUD 1945, kemudian dijelmakan atau dijabarkan lebih lanjut yang pada akhirnya di kongkritkan dalam pasal-pasal UUD 1945, serta hukum positif lainya.
Dari beberapa definisi atau penjelasan tentang beberapa nilai yang terkandung dalam pancasila dapat menjadi acuan bahwa pancasila pantas menjadi penyaring (filter) yang baik bagi masyarakat indonesia khususnya dikalangan remaja dalam berkembangya globalisasi. Berkembangnya globalisasi dan kurang selektif dalam mengikuti gaya (trend) budaya barat yang mengindikasikan bahwa remaja saat ini lebih mementingkan pergaulan yang ada di budaya barat daripada mempelajari pendidikan pancasila. Para remaja dimanjakan dengan banyaknya gaya hidup yang kurang sejalan dengan nilai pancasila. Gaya hidup negatif yang berkembang saat ini seperti pergaulan bebas, tawuran, penyalahgunnan narkoba yang dapat merusak moralitas para remaja. Jika hal seperti ini terus berlanjut dapat mengakibatkan kurangya perhatian remaja pada perkembangan negaranya. Pendidikan pancasila yang seharusnya dapat menjadi modal remaja untuk mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi terhadap negaranya justru terkadang tidak di kedepankan. Banyak remaja saat ini ketika menyanyikan lagu kebangsaan tidak hafal, hal kecil semacam ini jika dibiarkan berlarut-larut dapat mempengaruhi rasa nasionalisme seseorang yang nantinya akan berkembang menjadi tidak baik dalam mencintai negaranya. Remaja saat
ini diharapkan dapat membantu meluruskan jalan atau roda pemerintahan yang saat ini banyak sekali hal-hal yang kurang baik dalam pemerintah seperti kasus korupsi, pembunuhan berencana dan lainnya. Hal semacam ini seharusnya membuat hati para remaja tergugah untuk membenahi jalanya pemerintahan dengan berpedoman dalam nilai dan norma Pancasila.